Jurnal

HUBUNGAN TEKANAN PANAS DENGAN DENYUT NADI PEKERJA PADA AREA KERJA BRF DI PT X

Rieke Revina Rahadian

Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja FKM UNAIR

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga

Alamat Korespondensi:

Rieke Revina Rahadian

E-mail: riekerahadian@gmail.com

 

ABSTRACT

The increase in pulse on workers can occur due to heat pressure in the work environment combine with the physical workload received by workers. This research was conducted to identification the relationship between heat pressure and pulse on workers in the area of BRF PT X.

The research was an analytic observational with cross sectional design. The populations were 25 workers, and all of them were used as the samples, using total sampling technique. Bivariate analysis with Pearson correlation statistic test used to find out the correlation between heat stress and worker’s pulse.

The measurement of heat stress was conducted by using digital QuesTemp. It were founded that BRF work area has an exceed heat stress compared with Threshold Limit Value (TLV) the results was 34,6oC. The measurement of worker’s pulse was conducted by using palpation method with stopwatch. It were found that before and after work, 3 workers had not increase pulse and 22 workers had increase pulse. The results of statistic test showed that there was significant positive correlation between heat stress and worker’s pulse in the workers at BRF PT X with the value of r = 0,507it means the correlation about two variables was strong.

It is recommended that the workers drink plain water as frequently as possible in order to return the lost of body liquid during working. Safety talk to enrich the knowledge workers on how to work in a heat environment. Using the uniform which consists of the materials that are not produce heat is quite recommended.

Keywords: Heat pressure, pulse, workers, BRF

 

ABSTRAK

Peningkatan denyut nadi pekerja terjadi karena tekanan panas yang ada di lingkungan kerja dan beban kerja fisik yang diterima oleh pekerja.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tekanan panas dan denyut nadi pada pekerja area BRF di PT X.

Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain studi cross-sectional. Populasi berjumlah 25 orang pekerja dan semua pekerja digunakan sebagai sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji statistik korelasi Pearson untuk mengetahui seberapa kuat hubungan antara tekanan panas dengan denyut nadi pekerja.

Pengukuran tekanan panas dilakukan dengan menggunakan alat ukur digital QuesTemp.Hasil pengukuran ditemukan bahwa tekanan panas di area kerja BRF telah melebihi NAB yang diperkenankan, yaitu sebesar 34,6oC.Pengukuran denyut nadi pekerja dilakukan dengan menggunakan metode palpasi (raba) dengan bantuan alat pengukur waktu (stopwatch). Dari hasil pengukuran sebelum dan sesudah bekerja, didapatkan 3 orang pekerja tidak mengalami peningkatan denyut nadi atau denyut nadinya tetap, dan sebanyak 22 orang pekerja mengalami peningkatan denyut nadi. Hasil dari uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan yang positif antara tekanan panas dan denyut nadi pekerja pada area kerja BRF di PT X dengan nilai r = 0,507 yang menunjukka bahwa hubungan dua variabel tersebut kuat.

Disarankan kepada pekerja untuk meningkatkan konsumsi air minum sesering mungkin secara berkala untuk mengembalikan hilangnya cairan tubuh pada saat bekerja.Safety talkjuga perlu dilakukan untuk menambah pengetahuan pekerja tentang bagaimana caranya bekerja di lingkungan kerja panas. Selain itu, pekerja disarankan untuk menggunakan pakaian kerja berbahan yang dapat mengurangi rasa panas ditubuh.

Kata Kunci: Tekanan panas, denyut nadi, pekerja, BRF



Komentar Pengunjung

SELAMAT DATANG DI WEBSITE STIKES WIDYAGAMA HUSADA
COME JOIN US!
Selengkapnya